Kusut Kota

Kabel-kabel semrawut yang menjalar di langit Kota Malang sudah menjadi pemandangan yang tak asing lagi. Seiring dengan kebutuhan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang semakin meningkat, di era serba digitalisasi ini fenomena kabel ruwet di kota-kota besar memang semakin terlihat.

Keberadaannya bukan hanya sekadar mengganggu estetika kota, tetapi juga menimbulkan potensi bahaya yang tak bisa dianggap remeh. Setiap hari, warga harus berjibaku dengan kabel-kabel yang menggantung rendah di banyak titik ruang publik. Belum lagi cuaca buruk yang bisa membuat kondisi kabel semakin rawan putus dan terjadi korsleting.

Sayangnya, dari dulu hingga kini masalah ini seakan dibiarkan begitu saja tanpa ada penanganan serius dari pemerintah, walaupun pemimpin telah silih berganti. Alih-alih mulai ada penanganan, justru kabel dan tiang terlihat semakin berjubel di berbagai titik, bahkan di kawasan ikonik kota. Ironinya lagi, tiang-tiang kabel tersebut yang berdiri tegak tak teratur justru seolah jadi bagian dari alat peraga kampaye (APK) bagi setiap tim kontestan Pilkada 2024 ini.

Kota yang indah dan modern seharusnya tidak hanya dilihat dari bangunan megah dan gemerlap lampu dan dekorasi, tetapi juga dari upaya bersama untuk menciptakan ruang yang aman dan nyaman bagi semua. Walaupun saya tau ini bukan perkara mudah, namun saya akan tetap berharap. Semoga pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk menanggulangi masalah kabel semrawut ini demi terciptanya Malang yang lebih aman, rapi, dan teratur.

  • Dekorasi kota yang bersanding harmonis dengan kekusutan kabel.

  • Lampu kuning, sebuah pesan untuk berhati-hati, bahwa kabel-kabel ini ada di mana saja dan dapat menjadi bahaya.

  • Sekumpulan tiang-tiang menutupi landscape kota.

  • Alam dan isinya, ‘terpaksa’ beradaptasi.

  • Kabel kusut di perumahan dekat dengan halaman rumah.

  • Suasana pagi yang cerah dengan pemandangan masa kini.

Radea Khaleda Lestanto

Fotografer paruh waktu yang gemar bercerita.

 

Instagram