Hidup dalam trauma dimanipulasi alam bawah sadar untuk mengaburkan setiap luka yang terpatri dalam perjuangan yang dijalani. Terkadang mengantarkan kita pada sebuah keadaan yang jauh akan harapan, bahkan hilang dari alam pikir kita. Antara mendekati kematian atau menjauhinya untuk membuktikan keberadaan. Melalui penyamaran sebagai usaha menggapai pengakuan lingkungan sekitar atau tetap bersembunyi dari lingkungan sosial.
Trauma membatasi, menyisakan luka dan ketakutan untuk menekuni sesuatu yang disukai. Hal ini hadir dengan rasa yang berbeda untuk setiap orang bahkan trauma yang terlalu besar bagi seseorang akan terasa kecil bagi lainnya. Besar dan kecilnya tak bisa diukur oleh orang lain, namun tetap terasa besar bagi yang mengalaminya.
Saling menguatkan menjadi pilihan utama untuk menjaga dan membantu sesama untuk menggapai apa yang diinginkan tanpa membesar-besarkan trauma yang mereka alami.