Karya ini bermula dari pengalaman personal tentang perasaan yang kurang nyaman saat berelasi dengan orang lain. Bagi saya, pertemuan dengan orang lain kerap menghadirkan rasa canggung, tegang, sekaligus kelelahan emosional yang sulit dijelaskan.
Melalui potret diri ini, saya berusaha merekam momen ketika tekanan itu muncul. Halus, tapi nyata. Pressure menjadi metafora tentang keseimbangan rapuh antara keinginan untuk jujur pada diri sendiri dan kebutuhan untuk menyesuaikan diri di hadapan orang lain.
Mulai menekuni fotografi sejak tahun 2000. Sejak itu, fotografi menjadi ruang eksplorasi dan ekspresi, serta sesekali sumber rezeki. Meminati genre hitam-putih karena kesederhanaannya yang justru menyimpan kedalaman makna.