Sepakbola Ny(aman)

Sepak bola, olahraga yang sederhana namun memikat, telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan anak-anak. Kepopulerannya yang tinggi membuat permainan ini bisa dimainkan di mana saja, bahkan di ruang-ruang seadanya. Namun, di balik kemudahan akses ini, tersembunyi masalah yang lebih dalam: kurangnya lapangan bermain sepak bola yang layak, aman, dan nyaman.

Kota Malang, yang dikenal sebagai rumah bagi klub sepak bola legendaris Arema, seharusnya menjadi contoh dalam menyediakan fasilitas olahraga yang memadai bagi generasi muda. Sayangnya, realitas di lapangan jauh dari harapan. Minimnya ruang terbuka hijau yang memadai memaksa anak-anak Malang untuk berkreasi di tempat-tempat yang tidak ideal, seperti gang, parkiran, bahkan jalan raya. Padahal, bermain sepak bola adalah bagian penting dari tumbuh kembang anak, tidak hanya untuk kesehatan fisik, tetapi juga untuk melatih kerja sama tim dan sportivitas.

Kondisi Malang ini bukanlah kasus yang berdiri sendiri. Di banyak kota di Indonesia, anak-anak menghadapi kendala yang sama dalam mencari tempat bermain sepak bola yang layak. Padahal, Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2021 secara jelas mengamanatkan adanya ruang bermain atau ruang terbuka hijau dalam setiap pemukiman. Namun, peraturan ini seringkali hanya tinggal aturan di atas kertas. Kurangnya kesadaran dan prioritas dari pemerintah serta masyarakat terhadap pentingnya ruang terbuka hijau membuat anak-anak terus dirugikan.

  • Sendal biasanya menjadi tian gawang alakadarnya untuk anak-anak bermain, Malang, 2021.

  • Alun-alun Kota Malang, Malang, 2021.

  • Kemeriahan Perayaan Ulang Tahun Arema di Kayutangan, Malang, 2022.

  • Anak-anak dibolehkan bermain bola di lepangan Olahraga IKIP Budi Utomo Malang, Malang, 2021.

  • Landscape Kota Malang, Malang, 2021.

  • Mural Singa Maskot Arema di perkampungan Kebalen, Malang, 2022.

  • Di Gang Sempit pun tetap bisa bermain bola, Malang, 2022.

  • Bola yang tersangkut di tralis tanaman warga, Malang, 2022.

  • Anak-anak bermain bola di sebuah Gang di Jodipan, Malang, 2021

  • Para Aremania lantang menyanyikan lagu Arema, Malang, 2022.

  • Anak dengan gembira bermain di Lantai 2 Pasar Besar, Malang, 2022.

  • Pot Beton tak mehalangi anak-anak ini untuk bermain bola di Alun-alun Malang, Malang, 2022.

  • Ditutupnya Jalan Basuki Rahmat atau untuk revitalisasi kawasan heritage kayutangan, Malang, 2021.

  • Bola plastik yang dimainkan terlindas oleh motor yang lewat, Malang, 2023.

Akbar Haramain

Akbar Haramain, seorang fotografer yang berasal dari Palangkaraya, mulai menekuni dunia fotografi saat berkuliah di Malang, dengan street photography sebagai bidang favoritnya. Aktif berkomunitas di Walkingalam dan PKY_InFrame, serta kerap terlibat dalam berbagai kegiatan fotografi.

 

Instagram