Into The Waste

Seberapa banyakkah plastik yang diproduksi manusia? Menurut Our World in Data, pada 1950, dunia hanya memproduksi dua juta ton per tahunnya. Namun, sejak saat itu, produksi tahunan plastik meningkat hampir 200 kali lipat–menjadi 7,8 miliar ton di 2015. Jumlah ini setara dengan massa 2/3 populasi dunia. Plastik dapat bertahan lama di Bumi, bahkan hingga 60-70 tahun. Menurut para penelti dari Environment Agency Austria dan Medical University of Vienna, setengah dari total plastik yang ada saat ini, berasal dari abad ke-21.

Hanya 20% sampah plastik yang didaur ulang. Pada akhirnya, sekitar 10 miliar ton plastik berakhir di lautan setiap tahunnya.Plastik yang ada di laut bisa berasal dari daratan maupun perairan. Polusi plastik dari perairan mengacu kepada sampah sisa-sisa alat penangkap ikan seperti jaring, tali, dan bangkai kapal. Sementara yang dari daratan berasal dari kehidupan modern manusia, di mana plastik kerap digunakan sebagai ‘barang sekali pakai’ seperti botol, gelas, dan alat makan plastik, serta pembersih telinga. 

Fenomena dimana isu limbah plastik telah menjadi kekhawatiran karena mengancam kehidupan mahluk hidup di muka bumi. Berdasarkan studi Ocean Conservancy dan McKinsey Center for Business and Environment yang dirilis pada Oktober 2015, Indonesia menjadi penyumbang limbah plastik kedua terbesar ke laut di dunia.Sampah kantong plastik merupakan produk plastik yang paling banyak digunakan dan paling sering berakhir menjadi limbah plastik. Jumlah pemakaian kantong plastik Indonesia mencapai sembilan miliar lembar per tahun, dan di kota besar rata-rata satu orang menyumbang sampah plastik 700 lembar per tahunnya ( dikutip dari Tirto.id, berita tanggal 17 Oktober 2016).

Studi terbaru yang telah dilakukan oleh Jenna R Jambeck, seorang Profesor teknik lingkungan di University of Georgia dan kawan-kawannya (publikasi di Sciencemag, 12 Februari 2015) memperkirakan bahwa pada 2025 akumulasi sampah plastik di lautan akan mencapai sekitar 170 juta ton. Itu berarti akan semakin banyak sampah plastik yang menyaingi populasi ikan di lautan dan meracuni biota laut akibat memakan potongan-potongan plastik yang belum terurai.

Pemusnahan sampah kantong plastik yang selama ini kebanyakan dibakar atau ditimbun ternyata juga berdampak bagi kesehatan udara dan kualitas tanah serta air tanah dan mengancam ekosistem baik pada masa sekarang serta dalam jangka waktu yang panjang di masa depan. Masalah pengelolaan sampah plastik ini bahkan masih belum menemukan solusi yang benar-benar tepat hingga hari ini.

Fully Syafi

Fully Syafi adalah seorang fotografer stringer untuk European Photo Agency (EPA). Dia pernah bekerja sebagai pewarta foto untuk Tempo di Surabaya. Syafi kerap kali memberikan workshop fotografi di beberapa kampus di Surabaya dan Malang. Isu sosial dan lingkungan, terutama sampah plastik, menjadi minat project personalnya. Dia juga adalah seorang pecinta kopi dan roti.

Instagram
Facebook